RESUME BEDAH BUKU BUMI MANUSIA

Sampul buku Bumi Manusia
Sampul buku Bumi Manusia

By: Raihan Ahmad Mustofa

Buku Bumi Manusia  merupakan salah satu tetralogi buku dari karya Pramoedya Ananta Toer. Adapun karya tetralogi tersebut meliputi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Semua buku tetralogi tersebut satu kesatuan saling melengkapi antarwaktu dan sifatnya berlanjut. Buku Bumi Manusia bercerita dengan berlatar belakang pada abad 18 akhir sampai abad awal 21 yang pada saat itu Indonesia di bawah pemerintahan Kolonial Belanda. Buku ini sifatnya fiksi. Motif daripada sang penulis ingin menggambarkan corak keadaan pada masa Kolonial Belanda dengan ingin mengaktifkan imajinasi sang pembaca agar bisa mendapatkan gambaran yang abstrak tentang keadaan Indonesia pada masa kolonial. Oleh karena itu, hal ini mengakibatkan para pembaca memiliki interpretasi yang berbeda terkait dengan latar belakang yang ada di buku tersebut. Sang penulis tidak hanya ingin berusaha memberi gambaran tentang keadaan masa Kolonial Belanda, ia ingin menambahkan unsur-unsur pendukung agar sang pembaca tidak hanya disuguhkan corak sejarah yang terkesan membosankan, tetapi sang penulis ingin menceritakan seorang tokoh yang memiliki hubungan asmara dengan segala permasalahannya. Tokoh utama daripada buku Bumi Manusia adalah Minke. Dia merupakan seorang anak muda yang tergolong pribumi, tetapi memiliki jiwa sosial dan self-urgency dan non-kooperatif pada pemerintahan. Dia merupakan anak dari seorang pejabat sehingga dapat berkesempatan untuk menempuh pendidikan yang pada saat itu hanya golongan tertentu yang dapat mengenyam pendidikan. Dengan memanfaatkan kemampuan yang ia memiliki, ia ingin menepis opini tentang stratifikasi sosial sehingga tidak ada kesan kesenjangan di masyarakat antar golongan tertentu.

Pramoedya Ananta Toer merupakan seorang yang memiliki paham komunis. Beliau aktif di kegiatan keorganisasian partai komunis dengan berfokus pada karya sastra. Akan tetapi, orientasi beliau terhadap pahamnya tidak semena-mena condong terhadap politik yang memiliki dorongan untuk mempromosikan ideologinya ke masyarakat. Beliau hanya berfokus pada bidang minat kajiannya, yaitu sastra yang pada saat itu dibiayai oleh Partai Komunis Indonesia. Partai Komunis Indonesia memiliki organisasi naungan yang berorientasikan sastra, yaitu Lekra. Layaknya ideologi komunis yang mengedepankan pembahasan seputar materialisme dan manusia, corak yang dibawakan oleh Pram untuk bukunya Bumi Manusia memiliki paham tentang humanisme. Salah satu kata-kata atau quotes terkenal yang beliau miliki ialah “Kita harus adil sejak ada di dalam pikiran”, “Memanusiakan Manusia”, dan “Berbahagialah dia yang makan dari keringatkan sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri”. Seperti yang dilihat bahwa kata-kata yang beliau lontarkan memiliki corak paham humanisme, yaitu mengedepankan pada orientasi manusia dan diri sendiri setiap individu. Terjadi pertukaran opini terhadap bedah buku Bumi Manusia ini yang berkutat pada apakah perlu karya sastra Pramoedya Anantar Toer ini masih cocok dikaji mengenai gambaran masa lalu yang dibawakan. Seperti yang diketahui, buku Bumi Manusia ini hanyalah novel fiksi. Tidak 100% nyata. Sejarah secara komtemplatif itu subjektif dari sudut pandang masing-masing aktor atau masyarakat. Akan tetapi, penggambaran suasana dan latar corak yang digambarkan tidak jauh dari realitas yang ada. Selain itu, adapun motif yang dimiliki sang penulis tidak ingin menulis buku sejarah, tetapi hanya ingin membangkitkan imajinasi sang pembaca untuk memiliki gambaran tentang suasana Indonesia pada abad 18 sampai 19. Perjalanan penulisan dan pengedaran buku Bumi Manusia ini memiliki lika-liku yang panjang. Indonesia pernah memiliki sejarah tragedi yang kelam tentang pemberontakan yang dilakukan oleh komunisme dalam upaya untuk merebut kekuasaan dan ingin menghapus ideologi yang sudah ada. Pada masa pemerintahan Soeharto, paham-paham yang condong kiri akan dihapuskan sampai ke akar-akarnya mengingat peristiwa pemberontakan yang pernah terjadi sehingga Bumi Manusia pun terkena dampaknya dengan ditariknya buku tersebut dari peredaran. Seperti yang diketahui bersama, nilai kandungan yang dimiliki buku tersebut menceritakan atau menggambarkan nilai-nilai yang ada di paham komunisme, seperti stratifikasi sosial, humanisme, dan lain-lain. Oleh karena itu, apakah masih layak masyarakat dan terkhususnya mahasiswa untuk mengkaji ulang buku Bumi Manusia dengan konsekuensi masyarakat Indonesia dan pemerintah masih sensitif dengan hadirnya paham komunisme? Di dalam kaca mata hukum, kendati paham atau doktrin apa pun yang disampaikan dan diredaksikan di sebuah buku ataupun media lainnya, selama tidak ada kegiatan penghasutan ideologi atau doktrin komunisme tertentu, hal tersebut masih dianggap wajar karena seseorang tidak bisa dipidana oleh karena pemikiran yang dimilikinya. Orang boleh berfantasi memiliki ideologi tertentu selama tidak ada kegiatan atau tindakan yang konkret dari pemahaman yang dimiliki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *